Sumedang — LAZISNU PCNU Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Koordinasi (Laporan dan Evaluasi Tahun 2025) pada Minggu, 01 Februari 2025, bertempat di RM Cibingbin, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penguatan komitmen pelayanan LAZISNU dalam mengabdi kepada umat.
Selain agenda rapat koordinasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyaluran Bantuan Rehabilitasi Pembangunan Madrasah Fathul Ulum di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, serta Bantuan Kebencanaan kepada Bapak Adir, Munfiq KOIN NU yang rumahnya tertimpa pohon tumbang. Penyaluran ini menjadi wujud nyata kepedulian LAZISNU dalam merespons kebutuhan pendidikan dan kebencanaan di tengah masyarakat.

Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Sumedang, Ramli Masdari, S.E., dalam sambutannya melaporkan capaian Gerakan KOIN NU selama satu tahun berjalan di Kabupaten Sumedang yang telah menghimpun dana kurang lebih Rp1,7 miliar. Ia menjelaskan, hingga saat ini 19.061 kaleng KOIN NU telah tersebar di 15 UPZISNU MWCNU dan 1 JPZISNU MTs Ma’arif, dengan jumlah penerima manfaat yang sudah mencapai seribu orang lebih.
“Capaian ini adalah hasil dari keikhlasan, kebersamaan, dan kerja kolektif seluruh penggerak NU di Kabupaten Sumedang. Ke depan, kami menargetkan pada tahun 2026, 15 MWCNU yang belum menjalankan program KOIN NU dapat segera mengimplementasikan program ini,” ujar Ramli. Ia juga menegaskan bahwa ke depan pemanfaatan KOIN NU akan lebih ditekankan pada penguatan program NU Care–Berdaya sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi umat.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, KH. Idad Isti’dad, dalam arahannya menekankan pentingnya kemandirian organisasi NU. Menurutnya, NU Sumedang harus mampu menggerakkan potensi internal secara optimal agar roda organisasi berjalan kuat dan pelayanan kepada umat dapat dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua LAZISNU PWNU Jawa Barat, KH. Qomarudin, S.T., M.A.P. Ia menilai Gerakan KOIN NU LAZISNU PCNU Sumedang sebagai yang terbaik di tingkat Jawa Barat. “KOIN NU Sumedang sudah menjadi contoh yang sangat baik. Ke depan, LAZISNU Sumedang tidak hanya berhenti pada KOIN NU, tetapi harus melangkah lebih jauh melalui program NU Care–Berdaya, dan menjadi mercusuar gerakan filantropi NU di Jawa Barat,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para Ketua MWCNU se-Kabupaten Sumedang, Ketua UPZISNU MWCNU se-Kabupaten Sumedang, serta jajaran pengurus NU lainnya. Melalui forum ini, LAZISNU PCNU Sumedang berharap mampu terus memperkuat sinergi, memperluas manfaat, dan menghadirkan keberkahan bagi umat secara berkelanjutan.